Listen "The 2nd reading poem: Tuhan dan Kau tidak libur"
Episode Synopsis
Tuhan dan Kau Tidak Libur
/1/
hari minggu, waktunya rekreasi.
aku akan pergi naik bianglala
memikirkan kau sesuka hati
di atas sana.
—oh, tidak.
Tuhan ingin turut serta!
padahal sengaja aku tanggalkan dia
jauh-jauh waktu di kamar gelap.
aku bilang, hari ini aku punya agenda rahasia.
aku masih punya moral, tidak mau mencampur
bayang-bayang cabul dengan rapal doa.
tapi dia bilang, Tuhan serba tahu.
ya sudah, daripada aku serba salah.
dan berangkatlah kami
menuju loket yang antriannya mendadak sepi
ketika aku dan Tuhan berjalan bersisian.
"aku beli tiket bianglala."
nona loket yang lusuh dan kurang makan itu memberi aku satu.
"aku bersama Tuhan," kataku
"Tuhan, kan, tidak suka bermain-main," senyumnya bertanya.
dasar kuno!
bukankah kata orang Tuhan Maha Asyik?
/2/
di dalam bianglala, segalanya terasa sumuk.
Tuhan membawa 99 namanya,
sementara aku hanya punya satu nama:
kau.
ini hari minggu, tapi Tuhan datang berkunjung.
dia sediakan pundaknya untukku bersandar.
Tuhan Maha Penyayang, katanya.
masih ada 98 Maha lagi untuk kesedihanmu.
ini hari minggu.
Tuhan
—dan kau
tidak juga mau libur.
/1/
hari minggu, waktunya rekreasi.
aku akan pergi naik bianglala
memikirkan kau sesuka hati
di atas sana.
—oh, tidak.
Tuhan ingin turut serta!
padahal sengaja aku tanggalkan dia
jauh-jauh waktu di kamar gelap.
aku bilang, hari ini aku punya agenda rahasia.
aku masih punya moral, tidak mau mencampur
bayang-bayang cabul dengan rapal doa.
tapi dia bilang, Tuhan serba tahu.
ya sudah, daripada aku serba salah.
dan berangkatlah kami
menuju loket yang antriannya mendadak sepi
ketika aku dan Tuhan berjalan bersisian.
"aku beli tiket bianglala."
nona loket yang lusuh dan kurang makan itu memberi aku satu.
"aku bersama Tuhan," kataku
"Tuhan, kan, tidak suka bermain-main," senyumnya bertanya.
dasar kuno!
bukankah kata orang Tuhan Maha Asyik?
/2/
di dalam bianglala, segalanya terasa sumuk.
Tuhan membawa 99 namanya,
sementara aku hanya punya satu nama:
kau.
ini hari minggu, tapi Tuhan datang berkunjung.
dia sediakan pundaknya untukku bersandar.
Tuhan Maha Penyayang, katanya.
masih ada 98 Maha lagi untuk kesedihanmu.
ini hari minggu.
Tuhan
—dan kau
tidak juga mau libur.
More episodes of the podcast Serryandesi
Seri's open QnA
29/03/2019
Bumi, bulat atau datar?
20/03/2019
Reading Mario's Science Hour
13/03/2019
Out! Seri is reading a poem!
25/10/2018
Ngobrol Bareng Calon Presma Unsri
21/10/2018
How to be...
20/10/2018
Introduction
18/10/2018
ZARZA We are Zarza, the prestigious firm behind major projects in information technology.